#Apa itu (Loss Aversion) penghindaran kerugian?

Penghindaran kerugian (Loss Aversion) adalah kecenderungan dalam perilaku keuangan dimana investor sangat takut akan kerugian, sehingga mereka akan fokus untuk mencoba menghindari kerugian dengan cara tidak menjual investasi tersebut, daripada mendapatkan keuntungan. Semakin banyak seseorang mengalami kerugian, maka semakin besar pula kemungkinan mereka menjadi rentan terhadap (Loss Aversion) Menghindari Kerugian.

Beberapa penelitian mengatakan bahwa (Loss Aversion) penghindaran Kerugian, menujukkan bahwa Investor akan dua kali merasakan sakit karena kerugian yang lebih kuat daripada mereka merasakan kenikmatan Ketika mereka mendapat keuntungan (Gain)

 

Foto Loss Aversion Bias

 

#Ketika Untung (Gain) Jual, dan Ketika Rugi (Loss) ditahan

Banyak investor tidak mau mengakui kerugian mereka hingga disadari. Oleh karena itu, untuk menghindari dari kerugian, mereka akan terus menahan investasi mereka meskipun terus mendapat kerugian. Ini karena mereka (para investor) tidak dapat menghindari secara psikologis atau emosional menghadapi fakta bahwa mereka menghadapi kerugian selama belum menutup perdagangan di bursa. Bahkan beberapa dari Mereka, tidak menghitung kerugian yang mereka dapat. Efek negatif dari hal ini lah, yang membuat investor terus mengalami kerugian investasi lebih lama dari yang seharusnya dan akhirnya menderita kerugian yang jauh lebih besar dari yang seharusnya. Seperti itulah dalam praktiknya penolakan kerugian (Loss Aversion Bias).

Nah lalu, bagaimana Anda menjaga agar tidak terjadi bias penghindaran kerugian? Salah satu hal praktis adalah selalu menggunakan fitur stop-loss guna untuk meminimalkan potensi kerugian Anda dalam perdagangan apa pun. Komitmen semacam itu adalah untuk membatasi risiko Anda dalam kecenderungan jatuh ke dalam jebakan penghindaran kerugian (Loss Aversion Bias).

#Beberapa Kasus Loss Aversion

Di bawah ini adalah daftar contoh penghindaran kerugian (Loss Aversion) yang sering digolongkan oleh investor:

  • Berinvestasi dalam dengan pengembalian rendah dan terjamin di atas investasi yang lebih menjanjikan tepapi membawa risiko lebih tinggi
  • Tidak menjual investasi yang Anda pegang ketika cut-loss sesuai dengan analisis anda, dan saat ini dengan jelas menunjukkan bahwa investasi tersebut harus segera ditinggalkan.
  • Menjual investasi yang harganya naiknya sedikit, dan hanya untuk mendapatkan keuntungan dalam jumlah berapa pun itu.

#Strategi Rasional untuk Menghindari Kerugian

Baiklah, berikut saya akan memberikan contoh bagaimana investor dapat meminimalkan resiko dan kerugian secara wajar:

  • Lindungi investasi anda dengan melakukan investasi ditempat kedua atau diversifikasi portofolio.
  • Investasikan pada produk asuransi yang memiliki tingkat pengembalian yang terjamin
  • Berinvestasi di obligasi atau reksadana Pasar Uang, Obligasi, atau Saham.
  • Beli investasi dengan volatilitas rendah
  • Jika anda berinvestasi saham, sadari potensi pelemahan harga saham, untuk mengambil Tindakan cut-loss dalam investasi anda, agar kerugian dapat diminimalisir
  • Berinvestasilah di tempat yang memiliki fundamental/prospektus yang baik.

#Kesimpulan

Kacabaca.id menyimpulkan bahwa, Kerugian memang sangat menakutkan, dan saya yakin bahwa tidak satu orang pun dalam berinvestasi ingin mendapat kerugian. Tetapi kita juga harus concern terhadap kerugian kita, jika anda menagalami kerugian, maka sesuai dengan trading/investing plan, lakukanlah cut-loss, jangan ditahan lagi sebelum kerugian anda terus meningkat. Stick to your Plan.