Investasiadalah suatu kegiatan menanamkan modal, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan harapan pada waktu yang akan datang pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut.

Salah satu instrumen Investasi adalah Pasar Modal yang terdiri dari Saham, Reksadana, Obligasi, dll. Kali ini kita akan fokus untuk membahas Pasar Modal (Saham).

Belajar Saham untuk pemula adalah langkah penting untuk mendapat return yang maksimal, Lalu pernahkah anda terlintas atau berpikir, Bagaimana sih cara Investasi Saham? Apakah kita harus membeli langsung dengan cara datang ke perusahaan? Lalu apasih strategi Investasi?

Tenang, kita disini akan membahas pertanyaan semua itu di KACABACA.ID

 

#1 CARA INVESTASI SAHAM

Baik ini adalah The first of all, yang kalian perlu Lakukan adalah membuka “Sekuritas” Sebagai perusahaan yang berperan menjadi “Broker”, karena dalam transaksi saham anda harus menggunakan Broker, anda tidak bisa membeli langsung melalui Perusahaan, terkecuali jika anda membeli saham perusahaan tersebut dalam jumlah besar (Milyaran hingga Triliunan). Perlu diketahui dalam transaksi melalui broker memiliki besaran “FEE” yang tergolong cukup rendah mulai dari 0.15% hingga 0.20%. Lalu sekuritas apa sih yang terpercaya? Baik anda bisa cek sekuritas yang terdaftar di BEI (Bursa Efek) dan diawasi oleh OJK di situs resmi BEI

List Broker

Sumber oleh IDX

Berikut Rekomendasi Sekuritas beserta Feenya perartikel ini dibuat (29/12/20):

  • Ajaib Sekuritas (Fee Beli 0.10% & Fee Jual 0.10%)
  • MNC Sekuritas (Fee Beli 0.18% & Fee Jual 0.28%)
  • CGS-CIMB Sekuritas (Fee Beli 0.18% & Fee Jual 28%)
  • BNI Sekuritas (Fee Beli 0.17% & Fee Jual 0.27%)
  • Mirae Asset (Fee Beli 0.15% & 0.25%)
  • RHB Sekuritas (Fee Beli 0.15% & Fee Jual 0.25%)
  • Mandiri Sekuritas (Fee Beli 0.18% & Fee Jual 0.28%)

Di artikel berikutnya saya akan membuatkan review dan persyaratan minimum deposit dari Masing-masing sekuritas.

Note: Minimum deposit sekuritas adalah kebijakan dari sekuritas, biasanya jika anda tidak deposit sesuai yang ditentukan oleh sekuritas, akun efek sekuritas anda akan menjadi “DORMANT”. Tapi jangan khawatir setelah anda deposit, uang anda bisa ditarik kembali.

#2 BESARAN FEE TRANSAKSI SAHAM

Jika anda berfikir bahwa berinvestasi saham itu gratis, maka anda salah besar, biayanya akan terbilang murah jika modal yang anda keluarkan kecil, tapi sebaliknya jika modal anda besar (Contoh: 100jt). Nah setelah membuka Sekuritas, anda akan bertanya-tanya mengenai rincian biaya dari Transaksi saham selain biaya BROKER. Berikut Rincian biaya yang dibebankan kepada Investor:

  • Biaya Levy
    Levy adalah biaya atas penggunaan jasa yang dibebankan kepada investor dari setiap transaksi. Biaya levy ini ditentukan oleh Bursa Efek dengan rincian: (0.01%) untuk BEI, (0.01) untuk KSEI, (0.01%) Biaya Kliring untuk KPEI, dan (0.01%) Biaya dana Jaminan KPEI. Sehingga total dari biaya levy adalah (0.04%).

  • Biaya PPN
    Tarif pajak yang dikenakan adalah sebesar 10%. Dalam transaksi jual-beli saham, tarif yang menjadi dasar pengenaan PPN adalah 0,03% dari jumlah transaksi. Meski 10% dari nilai komisi, yang sebesar 0,3%, tergolong kecil, namun mengingat jumlah dan nominal transaksi per hari di BEI yang sangat besar maka potensi PPN yang masuk dari transaksi jual beli saham ini tentu juga sangat tinggi.

  • Biaya PPH
    Pajak ini dikenakan saat transaksi penjualan saham saja. Jenis pajak yang dikenakan dari transaksi saham adalah PPh Pasal 4 Ayat 2 yang bersifat final atau dibayarkan melalui pihak sekuritas dengan besaran 0,1% dari nilai bruto (kotor) transaksi.

#3 TIPS BELAJAR BERINVESTASI SAHAM

Tujuan dari berinvestasi saham adalah untuk mendatangkan keuntungan bagi pemilik atau pembelinya, yaitu dalam jenis keuntungan berupa:

  1. Dividen yaitu pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan.
  2. Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual.

Harga saham adalah indikator jual beli saham di Bursa Efek Indonesia. Informasi harga tersedia secara real-time di bursa saham. dengan ketentuan 1 lot = 100 lembar, Contoh (Ketika anda membeli saham seharga Rp3.000, maka 3.000×100 = Rp300.000) maka untuk membeli 1 lot saham dengan harga Rp3.000 adalah sebesar Rp300.000

  • Kenali Diri Anda Siapa
    Terkadang dalam saham orang tidak mengetahui status mereka apa. Hal yang perlu diketahui oleh anda adalah, ada 3 tipe orang dalam saham, yaitu Gambler (Orang yang berspekulasi), Investor (Orang yang melakukan analisis Fundamental), dan Trader (Orang yang melakukan analisis Teknikal).
    Nah sekarang anda sudah mengetahui posisi anda dipasar saham sebagai siapa.

  • Pahami Analisis Saham
    Dalam hal analisa saham terbagi menjadi dua indikator yaitu Analisis Teknikal dan Fundamental:Analisis Teknikal biasa digunakan untuk para “Trader”, analisis ini menggunakan media Chart Pattern untuk menganalisis Kemungkinan pembalikan harga atau kenaikan harga di hari tersebut.Analisis Fundamental digunakan khusus untuk investor, dengan membaca laporan keuangan perusahaan, tak perlu khawatir, kini anda bisa dengan mudah menganalisis data perusahaan di aplikasi “RTI Business” tersedia di playstore. dengan mempertimbangkan nilai valuasi perusahaan (saham). Oh ya Investor pun biasanya tidak memperdulikan fluktuasi harga saham seperti trader, mereka cenderung melihat pergerakan harga saham dengan valuasi saham. Semakin bagus perusahaan tersebut maka harganya akan naik seiring berjalannya waktu. “Kuncinya Sabar”.Next artikel akan kita bahas tentang kedua analisis ini.

  • Pahami Cara Mengontrol Psikologi
    Sifat emosional manusia untuk bertindak atas dua hal, yaitu mencari kesenangan dan menghindari penderitaan. Kemudian, dua emosi utama yang menjadi faktor utama dalam tindakan investor adalah rasa takut dan rasa serakah.Dua emosi tersebut biasanya dikenal dengan sebutan fear and greed, yang membuat para investor tidak bisa berpikir jernih, dan berujung kegagalan. Rasa Serakah (Greed), Investor sangat mudah tergoda oleh perasaan serakah, dan tidak mudah puas dengan keuntungan yang sudah dicapai. Mindset tersebut menjadi pemicu dalam gagalnya investasi yang dijalankan.Dengan mindset itu, seorang investor akan kesulitan merasa puas atau keuntungan yang sudah diperoleh, hingga melupakan risk dari saham yang dipegang.Rasa Takut (Fear), Rasa takut yang berlebihan bisa menggagalkan planning investasi anda. Rasa takut akan muncul dari pengalaman, termasuk yang tidak menyenangkan.Hal tersebut dapat membuatinvestor untuk menjual saham ketika sedang untung, padahal rencana investasinya adalah dalam waktu yang lama dengan target keuntungan yang lebih besar.

  • Pahami Resiko Anda
    Profil risiko Investor akan menggambarkan tingkat toleransinya terhadap risiko sebuah saham, atau sejauh mana ia dapat menanggung risiko. Profil risiko biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor usia, lingkungan & pemahaman mengenai investasi. Terdapat 3 Jenis profil resiko yaitu:Konservatif, Cenderung memilih instrumen investasi yang sangat aman dengan hasil yang sudah diketahui sebelumnya, misalnya deposito. Sedangkan untuk jenis instrumen berisiko seperti obligasi atau saham, dia hanya mengalokasikan sebagian kecil dari dana investasinya.Moderat, Cenderung berani mengambil risiko yang lebih besar, namun tetap berhati-hati dalam memilih jenis instrumen investasi, dan biasanya membatasi jumlah investasi pada instrumen berisiko.

    Agresif, Cenderung berani mengambil risiko yang lebih tinggi sehinga berani menempatkan sebagian besar dananya pada instrumen berisiko.

#KESIMPULAN

Berinvestasi saham merupakan instrumen investasi dengan keuntungan terbaik dalam rentang waktu terbaik, yang sudah terbukti di berbagai pasar saham di seluruh dunia, dan menghasilkan orang-orang besar seperti Lo Keng Hong dan Warren Buffet.

Dengan Membeli sebuah saham, Itu berarti anda adalah pemilik dari perusahaan tersebut. Bahkan walaupun anda hanya memiliki 1 Lot, anda memiliki hak bersuara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

Namun, persepsi di masyarakat tentang investasi saham masih kurang karena ketakutan berlebih, padahal jika memahami ilmunya anda tidak perlu takut. Bahkan jika anda menganggap Saham itu Haram, maka fatwa MUI pun menyatakan bahwa transaksi dipasar saham itu Halal (asalkan perusahaan tidak memproduksi barang haram maupun riba)

Semoga Masyarakat untuk melek investasi bisa bertambah. Sekian Dari saya, See you on next article!